Minggu, 09 Juni 2013

air mata ummi

ini sudah sekian kalinya saya melihat ummi menangis...bukan, bukan saya yang membuat ummi menangis...!

semalam ummi mulai menceritakan keluh kesahnya pada saya padahal saat itu saya baru saja sampai di rumah dan badan saya letih rasanya tapi mendengar keluh kesah ummi mengalahkan letih itu....
saya mulai curiga ketika ummi mengeluarkan suaranya dengan berat begitu parau seolah sedang mempertahankan bendungan dimatanya agar tak pecah semakin lama suaranya semakin parau dan saya melihat dengan jelas matanya sembab tapi
saya tak ingin menanyakan hal itu saya hanya cukup diam mendengarkan apa yang ingin ummi sampaikan. ah lagi lagi soal itu saya sudah menduga sebenarnya ummi sedang menyampaikan kegalau-an hatinya menumpahkan kepedihannya....seraya menahan emosi ummi terus bercerita dan meminta ku untuk bersabar dan bertahan...
ummi....ketahuilah saya akan selalu menunjukan kekuatan saya dihadapanmu dihadapan mereka sekalipun yang menyakitimu....meskipun ummi tau saya ini cengeng tapi  cengeng ini pasti keturunan dari ummi..karena saya tidak pernah melihat bapak menangis sedikitpun namun entahlah dalam hatinya.
kali ini kembali mereka mengusik keluarga kita ya ummi....mereka menyakiti ummi lagi, mencaci ummi lagi dan mengintimadasi ummi lagi ya mereka yang membuat ummi meneteskan air mata lagi...saya berusaha untuk tak membenci mereka ummi karena mereka adalah saudara-saudara ummi tapi saya benci air mata ummi saya benci ummi bersedih saya benci melihat ummi matanya sembab dan bengkak saya benci itu ummi!!!
saya tahu mereka kakak-kakak ummi tapi kenapa mereka melakukan ini pada kita ummi. ummi adalah adik mereka bukankah seharusnya mereka menyayangi ummi. kali ini kebencian itu hadir dari api amarah uwak ewok yang merasa bahwa ummi iri dengki padanya dan  menganggap ummi menyakitinya..apa yang sudah ummi lakukan??? tidak saya yakin ummi tidak melakukan yang uwak tuduhkan, uwak salah faham soal pekerjaan itu...uwak salah mengerti.
ilustrasi dari google


uwak pekerjaan itu adalah turunan dari bapak saya uwak dan seharusnya adik saya yang menggantikannya namun karena ada sesuatu hal adik saya tidak jadi menerima pekerjaan itu lalu kemudian adik saya menawarkannya pada anak uwak namun anak uwak yang menolaknya dengan alasan sedang bekerja lalu salahkah jika kami menawarkannya pada saudara lain yang juga saudara uwak atau tidak lain keponakan uwak juga kan??? mungkin ini memang sudah rejekinya dan bukan rejeki anak uwak tapi kenapa uwak berkata seolah-olah kami memberikannya pada orang lain dan kami tka pernah menawarkannya pada anak uwak, dan uwak kecewa dan marah dengan hal itu sejauh ini saya menilai apa yang sudah kami lakukan ini sudah benar dan berharap tidak ada kesalah fahaman dikemudian hari tapi ternyata kami salah uwak geram dan memanggil ummi dan adik saya dan mulai mencacinya ah saya benci ini saya benci ketika separuh jiwa saya separuh hidup saya untuk kesekian kalinya uwak porak porandakan hatinya. saya ingin marah tapi ummi selalu mengatakan pada saya "geus cicing bae urang mah kajeun teuing dengeukeun wae" (sudah diam saja kita mah biarkan dengarkan saja). lalu lantas siapa yang kini tersakiti??? kenapa uwak selalu merasa bahwa ummi menyakiti uwak??? uwak selalu saja begitu dari saya kecil sampai saya sudah dewasa saat ini selalu saja kami yang salah. saat ini uwak ewok yang mengganggu ketenangan kami, kemarin kemarin bapak icak (kakak ummi yang pertama) lalu dulu dulu mi'iin (kakak perempuan ummi). apakah memang kami yang salah dan apa yang kami lakukan tanpa sengaja menyakiti kalian kalau begitu maafkan kami sejujurnya kami tidak pernah ada niat sedikitpun untuk menyakiti kalian. dan dulu dulu lama sekali adik ipar ummi juga pernah memarahi ummi katanya ummi tak bisa mendidik anaknya tapi pada kenyataannya sekarang siapa yang tak bisa mendidik anak,hah????!!!!  ummi selalu menanamkan moral yang baik, rasa hormat dan sayang pada keluarganya. bahkan hingga saat ini pun setelah berkali-kali ummi kalian caci maki ummi masih mengajarkan kami untuk tetap menghormati kalian tak boleh sedikitpun kami menantang apa yang kalian bicarakan atau ketika kalian bicara kami hanya diperbolehkan diam, tak boleh melawan dan mendengarkan saja karena kami harus menghormati orang yang lebih tua apalagi sedang berbicara.

uwak ewok kenapa uwak bilang kalo ummi iri dan dengki sama uwak, kenapa uwak bilang kalo ummi menyakiti uwak...tolong uwak katakan apa yang sudah ummi lakukan wak???
kalau memang akar kebencian uwak gara-gara tanah yang kami tinggali dibawah rumah kami yang tidak lain adalah tanah warisan. dan menurut uwak bahwa anak perempuan tidak memiliki hak atas apa yang orang tua miliki. kami pastikan kami ikhlaskan mengembalikannya, kami ikhlas jika kami harus meninggalkan tempat ini tapi tidak untuk saat ini, kami belum memiliki uang untuk menggantinya. tapi bukankah ini warisan keluarga dari O'O (nenek saya= ibu dari ummi saya dan uwak).

uwak tolong jangan katakan lagi kalau ummi iri dan dengki sama uwak. ummi tidak pernah mengajarkan itu pada kami bahkan ummi selalu mengajarkan kami untuk tidak iri dan dengki terhadap orang lain. jika memang kami sekeluarga hanya selalu menyakiti uwak beri kami waktu untuk pergi jauh dari hidup uwak. mungkin uwak merasa tersakiti oleh ummi karena ternyata ummi lebih baik keadaannya dari uwak atau mungkin uwak merasa tersakiti oleh ummi karena ummi mampu memberikan kami pendidikan tinggi melebihi dari kemampuan uwak atau memang ummi telah menyakiti uwak atas kehebatan ummi mendidik kami dan mampu mengantarkan kami pada posisi kami saat ini. meskipun kami belum sukses tapi kami sudah diantarkan ummi pada tahap ini. uwak jangan benci ummi lagi atas apa yang uwak fikir itu menyakiti uwak. seharusnya uwak lebih mengenal ummi dari kami, bukan, bukan karena kami anaknya lantas kami membelanya mati-matian jika pun ummi salah kami pasti mengakuinya dan kami pasti takan membela yang salah. tapi ummi sejauh kami mengenal ummi tak pernah sekalipun ummi mengajarkan kami kejelekan dan ummi selalu melakukan yang terbaik untuk kalian uwak.

untuk uwak-uwak saya yang teramat saya hormati sampai kapanpun tolong jangan sakiti hati ummi lagi, jangan caci maki ummi lagi dan jangan jadikan kalian penyebab ummi mengeluarkan air matanya lagi.
saya benci hal itu saya benci air mata kesedihan ummi. ummi hanya boleh mengeluarkan air mata kebahagiann atas kami, atas kesuksesan kami.

ummi di akhir keluh kesahnya ummi mengeluh kenapa ummi selalu saja di uji kesabarannya??? saya hanya mampu mengatakan "ummi tidak beriman melainkan alloh beri ujian" sabar ya ummi sayang..sabar ini semua pasti bisa kita lewati bersama-sama dan balasannya adalah ummi akan bahagia di sisa umur ummi nanti dan kami yang akan berusaha selalu membahagiakan ummi, do'akan kami semoga kami bisa memberikan yang terbaik untuk ummi dan bapak. memberi kebahagian yang selama ini ummi dan bapak impikan. do'akan kami.

tak usah peduli pada mereka yang terus membuat ummi menangis,bersedih dan menganggap ummi dengan sebelah mata saja tak usah pedulikan itu. ummi hanya harus peduli pada orang-orang yang menyayangi ummi. pada alloh yang selalu sayang ummi. kita tingkatkan terus ibadah kita ya ummi, ikhtiar kita dan kesabaran serta ketawakalan kita pada Alloh SWT.
ummi, bapak kami mencintai kalian dengan apa adanya
kami mencintai kalian karena Alloh SWT.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar