Rabu, 02 September 2015

apalah jadinya aku tanpaMU.....

tak pernah merasa selelah ini sebelumnya...... tak ingin merasa lelah.... apapun yang terjadi.....

merasa mulai apatis.... ingin marah tapi kepada siapa.......

tak ingin benci bahkan dendam...semua hanyalah penerimaan.... begini selalu begini... tapi IA kuatkanku dalam dekapNYA....

IA maha melihat dan maha tau jadi tak perlu rasanya melakukan apapun atas nama kebenaran.

ya..mungkin lelah...sudah selelah inikah aku?????????????

namun tetap takan menyerah..... takan pernah.... never...... karna ada DIA....

penerimaan untuk semua hal yang telah, sedang dan akan terjadi adalah bentuk syukurku padaNYA....

aku bisa apa tanpa NYA......apalah jadinya aku tanpaMU Tuhan...... Alloh Robbku satu-satunya..

jangan biarkanku kalah karna aku takan menyerah
jangan biarkan aku lemah karna aku terus berupaya dalam susah
mungkin lelah bukan berarti kalah lalu menyerah dan memilih diam....


Kamis, 27 Agustus 2015

Great moment with Sakadepala advencah..going to SALAK 2

memutuskan untuk hiking kembali adalah keputusan sulit buat saya...bukan soal kondisi fisik maupun mental namun perihal izin dari orangtua khusunya ummi...... saya tidak mau berselisih faham soal kesenangan saya ini... saya bukan pendaki gunung namun saya suka hal-hal baru dan respect terhadap apapun yang ingin saya lakukan....saya suka berada di tempat baru, situasi baru, kondisi yang tidak terduga...saya suka hal-hal yang "apakah saya mampu melakukannya??" seperti seolah melampaui diri.... saya tidak terpaku pada satu kegiatan saja....meskipun sebetulnya sih saya orang yang cukup pemalu untuk memulai dengan orang baru atau asing...masuk dalam sebuah komunitas dan bertemu dengan banyak orang dengan berbagai latar belakang namun itulah saya....saya ingin melampaui batasan-batasan yang saya buat sendiri tanpa sadar. saya berlatih untuk bisa berada dimanpun dengan siapapun dalam kondisi apapun dan saya tetap bertahan dan berbaur dengan apa yang ada disekitar saya.
doc : facebook sakadepala

dulu..saya pernah coba masuk dalam sebuah komunitas sosial menjadi relawan pengajar....ok awalnya berjalan lancar dan pada akhirnya saya kalah perang sulit beradaptasi dengan para relawan lainnya karna latar belakang pendidikan saya jauh dibawah mereka. but anyway soal going to SALAK 2 with SAKADEPALA ini bener-bener moment hebat buat saya. banyak pengalaman dan moment langka pada pendakian kali ini. thanks guys sudah banyak mengajarkan berbagi , solid dan   saling support dalam kegiatan kali ini...namun sayangnya rasa malu saya masih jadi pembatas diri saya untuk banyak bertanya soal survival skill n bushcraft technique....but over all I'm enjoyed n proud of u all..... next time saya harus bawel nanya-nanya ya....

kali ini jalurnya buat saya pribadi menantang banget...bukan jalur yang biasa dilalui para pendaki puncak salak 2..oke meskipun pengalaman saya naek gunung masih bisa diitung pake jari tangannya kucing heee......but so far ini bener-bener banyak mempengaruhi mindset saya. hemzzz rasanya ketagihan deh untuk bisa menikmati pendakian yang lain daripada yang lain..istilahnya sih NOT MAMIPACKER hiiiii.

jalur yang kita lewati ga ada istilah pos-pos an.... yang ada sih jurang 1, jurang 2....kiri kanan jurang, kondisi jalur yang terkadang labil karna bagian dari akar yang tertimbun dedaunan....so amazing deh.... belum lagi dihadapkan dengan tebing yang mesti kita panjat (ngerondang, ngedapang, ngedeprok) dan perlu bantuan alat tali webbing untuk naik sampe bisa keatas....di kondisi seperti ini badaa udah lelah banget dan langit udah gelap...tapi salute buat temen-temen yang masih semangat menuju puncak meskipun ada kendala salah satu dari kita kesulitan untuk naik sampe kita tunggu meksipun memakan waktu lama akhirnya nyampe juga dia diatas..ternyata dari situ menurut saya sih puncak ga terlalu jauh..bersyukur akhirnya sampe juga di PUNCAK SALAK 2....lega tapi juga laper....bersyukur bisa sampe puncak atas izinNYA meski harus tertatih tatih tapi ini pencapain luar biasa buat saya yang bukan pendaki ini :D .
doc: facebook sakadepala

meskipun udah malem banget sampe puncak, temen-temen bersiap masak dan mendirikan tenda...saya langsung tepar....laper n lelah........... nafsu makan udah lewat saya putuskan tidur aja....sleeping bag yang saya bawa ternyata ga bisa memberi saya kehangatan dinginnya tembus sampe ke tulang..gimna sama temen-temen yang tidur diluar tenda ya??????. saya tidur aja kesulitan karena memang dinginnya nembus sleeping bag saya..tapi apalah daya selain ga bisa tidur kaki saya juga kram ditambah saya ga bisa nafas normal.....tarikan nafas saya ga bisa diajak selow....(pokoknya gitu deh) dengan kondisi seperti itu harusnya saya keluar tenda trus lari-lari kecil tapi apalah daya kaki aja susah digerakin boro-boro mau keluar tenda lagian juga ga enak sama yang lain takut mengganggu istirahat. dan akhirnya pagi tiba..alhamdulillah..saya berangsuk keluar tenda menghirup udaranya dan masak air...saya udah ga tahan pengen yang anget..... and well....inilah saatnya bendera merah putih dikibarkan...kita berbaris menaruh hormat dan menyanyikan lagu kebangsaan...70 th indonesia merdeka di puncak salak 2 dengan teman-teman dari sakadepala..... terima kasih udah kasih saya kesempatan bergabung..jangan kapok ajak saya karna saya juga belom kapok menikmati cara kalian menyusuri alam.
doc : facebook sakadepala

and finally go home dengan jalur yang sama yang sebelumnya sudah kita tandai pas kemarinnya kita naik.....

alhamdulillah..thanks to alloh, thanks ummi, thanks sakadepala dan yang lainnya......
saya suka cara kalian......!!! ehmmm next???????????ta enteni yo.....

Kamis, 20 Agustus 2015

Banda Neira......

banda neira..bukan hanya sebuah tempat pengasingan bagi proklamator kita Bung Hatta....

banda neira....sebuah kota

tapi....ada sebuah nama "Banda Neira"

saya suka lagu-lagunya...sebuah band entahlah saya kurang faham soal musik namun saya suka lagu-lagu dari Banda Neira....

saya tidak bisa menjelaskan profil Banda Neira itu sendiri...saya hanya penikmat musik....


"tulisan entah berantah"

Kamis, 30 Juli 2015

keluargaku adalah kebangganku

saya berasal bukan dari keluarga mapan....saya berasal dari keluarga yang penuh dengan perjuangan bahkan sekedar untuk memasak nasi saya masih memakai kayu bakar dan tungku sebagai pembakarannya.....dari kecil hingga saat ini udah tahun 2015...bayangkan.....!!! tapi kami tidak terbelakang memang inilah kehidupan keluarga kami...masih terus berjuang demi impian.....ini semua kami lakukan demi penghematan....karna bapak saya sudah tidak muda lagi seperti dulu kini penghasilan tetapnya hanya 400 ribu rupiah saja perbulannya...sedangkan ibu saya yang hanya membantu berjualan jajanan anak-anak tak menentu pendapatannya padahal ibu saya harus mengeluarkan biaya besar untuk ke-enam anaknya.

memang saya sudah bekerja alhamdulillah dengan gaji yang cukup sebetulnya untuk sendiri namun dengan syarat saya melupakan semua kebutuhan pribadi saya dan akhirnya ibu dan bapak saya masih harus bekerja (maaf dalam hal ini saya memang belum bisa sepenuhnya bertanggung jawab pada keluarga padahal saya anak tertua). saya hanya mampu mengurangi beban orang tua dengan subsidi yang saya berikan setiap bulannya pada orang tua saya semoga kelak saya benar2 bisa memenuhi semua kebutuhan keluarga ini (aamiin).

saya memiliki adik 5..kelima adik saya hanya tinggal si bontot yang masih sekolah saat ini baru masuk pesantren sedangkan adik pertama saya bekerja di jakarta dan sambil kuliah, adik kedua saya belum menyelesaikan study strata 1nya memang hanya tinggal menunggu wisuda tapi adik saya ini pun belum kuat secara finansial meskipun sudah memiliki penghasilan tapi mungkin hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari pribadinya saja saya memahami hal itu, adik ketiga saya pun demikian sudah bekerja namun ia masih kuliah dan ia membiayai kuliahnya sendiri, adik ke empat saya baru saja akan masuk kuliah tahun ini. well..jadi mengapa kami harus terus tetap berjuang hanya untuk sesuap nasi di atas meja. tidak seperti keluarga lainnya...tinggal memasukan beras yang telah dicuci ke rice cooker lalu colokan kabel untuk menghubungkan arus listrik dan kemudian ceklek tombol cook dan menunggu warm menyala merah.

kami bukan dari keluarga yang mudah mendapatkan apapun ...orang tua saya, hanya itu lah pekerjaannya namun saya bangga........kami hanya tidak ingin tertinggal dengan kemajuan zaman yang semakin tumbuh cepat jika kami tidak memiliki ilmu maka kami akan tetap hidup tertinggal.

ibuku selalu mengajarkan untuk mendapatkan sesuatu banyak yang harus dikorbankan dan harus bersabar untuk mendapatkannya...ibuku mengajarkan kami dari kecil untuk menabung meski hanya dengan celengan plastik yang kami beli dengan menyisihkan uang jajan.

bapak selalu menunjukan tanggung jawabnya ..ia mau melakukan pekerjaan apapun asal kami bisa tetap makan nasi...sebetulnya hidup kami tidak sesulit yang dibayangkan...alhamdulillah kehidupan kami hanya harus tetap bertahan bersabar n berjuang.....dengan tujuan yang jelas.

mungkin kami ini termasuk kelas menengah kebawah.....hidup keras dan penuh perjuangan tapi saya bangga dengan apapun yang terjadi dikeluarga ini karna dengan itulah menjadikan saya seperti ini. pantang menyerah dengan keadaan.

saya orang kampung tapi tidak ingin terus menerus tertinggal dan disebut kampungan.....orang kampung tapi tidak kampungan....berhak atas kehidupan yang layak dimasa kini dan nanti.
my family with love



Minggu, 28 Juni 2015

bergurat dengan semangat

akhir-akhir ini semangat dan mood saya menulis ambruk luluh lantah entah karena apa..bahkan semakin hari ide semakin surut dan tidak ada perkembangan yang bagus untuk tulisan-tulisan saya..saya merasa masih membosankan...bagaimana orang lain mau membaca tulisan saya jika gaya penulisan saya masih kurang menarik.....

banyak yang saya lakukan untuk perkembangan diri dalam hal kepenulisan....blogging, baca-baca artikel, novel bahkan mengikuti grup-grup terbuka di facebook mengenai kepenulisan dengan tujuan semoga saya semakin banyak pembelajaran dan motivasi serta ide-ide semakin banyak bermunculan..tapi ternyata saya masih begini-begini saja. masih ga karu-karuan..... ini pasti berasal dari dalam diri saya yang tak berusaha maksimal semaksimal mungkin...entahlah..namun pada intinya saya memang harus terus belajar...karna saya suka bercerita....saya hanya kekurangan ilmu dan latihan...serta semangat yang byar pet byar pet....kadang semangat kadang down..ah dasar saya memang begitu...sifat buruk....

Rabu, 10 Juni 2015

Coba-coba hal baru, caving di goa si panjang ciampea bogor

saya suka hal-hal yang memicu adrenalin tapi juga punya efek yang baik untuk tubuh saya....nah saya ga suka olahraga tapi saya mau keluar keringat heee saya coba lari-lari tapi baru sebentar udah mager (baca : males gerak) heeee saya juga pernah nyoba ikut senam tapi tetep ya kebanyakan malah duduk-duduk parah emang nih dan kemaren saya coba ikut ajakan temen untuk caving malah bikin saya ketagihan semoga sih diajak lagi ya heee....bener-bener bikin keringetan dan menyenangkan.....saya ga bisa banyak cerita biar gambar yang bercerita ..caileh






over all kegiatan ini seru dan baru buat saya, malah bikin saya ketagihan cuma saya harus banyak belajar sama tim yang udah faham...thanks juga buat tim panitia yang seru dan terampil. next ngapain lagi nih??? ditunggu hal-hal baru selanjutnya.....

Rabu, 08 April 2015

Kicauan Saya

Saya suka sawah menghampar hijau ataupun menguning tanda padi siap panen, sungai yg mengalir jernih, gunung2 dengan gagah menjulang....keramahan keluarga, budaya dan tradisi serta makanan khasnya...saya masih orang kampung wong ndeso tapi sukar sekali saya temui semua itu lagi disekitar saya...semua seakan ingin berevolusi menjadi modern dengan melupakan "siapa diri kita" ..sawah diubah menjadi beton2 atau bahkan di sekitar saya kerakusan merubahnya menjadi lubang2 besar yang diperas habis2an diubah menjadi besi2 berjalan atau nyaris tanpa guna. Disekitar saya atau bs saja termasuk saya lupa akan makanan tradisional yg berganti dengan makanan impor siap saji yg katanya mewah namun dinegara asalnya itu adl makanan kaum kere (bisa jadi)...pembangunan yg melupakan kelestarian alam dan budaya. Kita ini masih doyan nasi tapi lah kenapa sawah dirubah jd bangunan beton...kita masih suka minum air tapi kenapa gunung2 dikeruk tak berhati...saya tak bisa apa2...selain memohon semoga alam n tuhan memaafkan kita...jd lah orang kampung yg tetep ngampung tp tdak kampungan. Saya miris dan takut akankah bahasa ibu saya hilang ditelan zaman??? Karna anak2 kecil disekitar saya tak lagi diajarkan bahasa ibunya oleh ibunya sendiri. Memang bahasa indonesia yg diajarkan adl bahasa nasional kita tapi bahasa sunda n bahasa daerah lainnya pun ingin tetap hadir mungkin sampe alam ini berakhir setidaknya tak perlu lah malu berbahasa daerah dengan teman sodara yg memiliki bahasa sama karna itu cara agar bahsa daerah itu tetap ADA... kecuali kita berbicara dg lawan bicara yg ga sedaerah atau ga ngerti bahasa daerah kita jd pake bahasa nasional...alam adat budaya tradisi bahasa selama tdak bertentangan dg agama kita harus menjaganya. Kalo bukan kita siapa lagi????kalau bukan sekarang kapan lagi???? *smoga saya amanah atas amanahMu Robb *tegal arum 5 april 2015